Arixc Ardana | 27 November 2023, 19:04 WIB

AKURAT.CO SEMARANG, Usai menggelar Ikrar Wakaf pada Jumat 10 November 2023, pengusaha klinik kecantikan asal Semarang Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC, sebagai wakif atau pemberi wakaf, bersama Yayasan Daruul Wahid dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menggelar tasyakuran serta kajian akbar
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan santunan kepada para santri ponpes dan panti asuhan Nurul Qur’an Penggaron Pimpinan Ustadz Masduki.
Sementara, dalam kajian umum ini menghadirkan pembicara Dr KH Nawawi AT SAg MAg, yang digelar di Masjid Darrul Wahid, Bukit Wahid Regency Semarang, Minggu 19 November 2023
"Bagi orang yang berwakaf (wakif), pahalanya akan terus mengalir sekalipun ia sudah meninggal dunia. Harta benda yang diwakafkan tetap utuh terpelihara, terjamin kelangsungannya dan tidak bisa hilang atau berpindah tangan. Karena secara prinsip barang wakaf tidak boleh ditasarrufkan (dijual, dihibahkan, atau diwariskan)," papar perwakilan KUA Semarang Barat, KH Sunar SAg MPd, dalam sambutannya.
Pihaknya pun mengapresiasi positif para wakif, termasuk salah satunya Widisari, yang mengikhlaskan harta bendanya untuk diwakafkan, dalam hal ini tanah beserta bangunan untuk pembangunan Masjid Darrul Wahid.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Panitia Tasyakuran H Puguh W Wibowo
"Kita ketahui proses wakaf ini panjang sekali, Alhamdulillah atas izin Allah SWT, kemarin hari Jumat 10 November 2023, semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Kami dari DKM dan Yayasan menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada ibu Hj RA Dwi Rahayu Widisari, yang telah mewakafkan tanah dan bangunan, menjadi masjid yang sangat megah," terangnya.
Pihaknya berharap, seperti harapan dari wakif, untuk bisa meramaikan atau memakmurkan Masjid Darrul Wahid, terlebih masjid tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan dalam beribadah.
"Bagi bapak ibu yang ingin mengikuti jejak ibu Hj RA Dwi Rahayu Widisari untuk mewakafkan harta miliknya untuk masjid, kami sangat terbuka dan menerima dengan senang hati," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) H Hendrie dan Hj Liya.
Sementara, Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC sebagai wakif menyampaikan bahwa wakaf tanah dan bangunan untuk dijadikan Masjid Darrul Wahid, semata-mata untuk kepentingan Agama Islam.
"Saya berharap bisa bermanfaat bagi sebanyak banyaknya umat muslim masyarakat Bukit Wahid dan sekitarnya. Ini adalah bentuk ketaatan saya kepada Allah SWT yang memberikan hidayah ( petunjuk) dan inayah ( pertolongan) kepada saya sehingga terwujudlah wakaf ini," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Widisari, panggilan akrabnya, juga menyampaikan dengan berwakaf, dirinya berharap bisa menjadi sosok yang tawadhu atau taat kepada Allah SWT.
"Gemar bersedekah atau berbagi adalah hidayah yang diberikan oleh Allah SWT karena itu saya mencari hidayah itu," lanjutnya.
Diterangkan, jika menjadi dermawan bukanlah hanya karena kaya raya.
"Saya orang yang biasa saja, saya manusia yang tidak berkepentingan terhadap penilaian duniawi terhadap saya, saya bukan selebritas, bukan pejabat, saya juga bukan calon legislatif atau politisi, yang mengharapkan suara rakyat demi kepentingan pemilu partai atau pribadi," tegasnya.
Widisari juga menegaskan jika wakaf tersebut bukan untuk riya.
Dirinya juga tidak mengatasnamakan bangunan dan tanah yang diwakafkan dengan nama yang bersangkutan dengan trah keluarga atau diri pribadinya, misalnya Masjid Widisari.
"Ini murni dari dulu yang saya pikirkan adalah taat menjalani kehendak Allah SWT yaitu hanya menjadi hamba-Nya, perantara harta-Nya Allah SWT yang dititipkan sebentar kepada saya, melalui hasil kerja keras yang nawaitu karena ibadah kepada Allah SWT," paparnya kembali.
Dirinya pun berharap semua warga Bukit Wahid dan sekitarnya bisa beribadah lebih khusyuk, masjid juga bisa menjadi tempat berkumpulnya ilmu ilmu kebajikan dan menimba ilmu seperti kajian atau pengajian rutin dan kegiatan positif lainnya.
"Misalnya seperti kegiatan kegiatan sosial yang bermanfaat, seperti pengumpulan zakat fitrah dan penyalurannya, pelaksanaan tarawih berjamaah,pelaksanaan Idul Qurban dan lainnya," tandas Widisari.
Dirinya pun berharap amal ibadah yang dilakukannya ini tidak berhenti di Masjid Darrul Wahid, namun juga terus berkembang di berbagai tempat lainnya.
"Alhamdulillah pada tahun 2022 kemarin, juga turut membantu Panti Asuhan An Nur Budi Utomo dengan Ustadz Agus Salim, dalam pembangunan aula yang digunakan tempat belajar adik-adik santri," pungkasnya.