(artikel 1-5 dari total 57 artikel)
Usai Ikrar Wakaf, Hj RA Dwi Rahayu Widisari bersama Yayasan Daruul Wahid dan DKM Gelar Kajian AkbarRabu, 20 Mei 2026 15:08
Arixc Ardana | 27 November 2023, 19:04 WIB

AKURAT.CO SEMARANG, Usai menggelar Ikrar Wakaf pada Jumat 10 November 2023, pengusaha klinik kecantikan asal Semarang Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC, sebagai wakif atau pemberi wakaf, bersama Yayasan Daruul Wahid dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menggelar tasyakuran serta kajian akbar
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan santunan kepada para santri ponpes dan panti asuhan Nurul Qur’an Penggaron Pimpinan Ustadz Masduki.
Sementara, dalam kajian umum ini menghadirkan pembicara Dr KH Nawawi AT SAg MAg, yang digelar di Masjid Darrul Wahid, Bukit Wahid Regency Semarang, Minggu 19 November 2023
"Bagi orang yang berwakaf (wakif), pahalanya akan terus mengalir sekalipun ia sudah meninggal dunia. Harta benda yang diwakafkan tetap utuh terpelihara, terjamin kelangsungannya dan tidak bisa hilang atau berpindah tangan. Karena secara prinsip barang wakaf tidak boleh ditasarrufkan (dijual, dihibahkan, atau diwariskan)," papar perwakilan KUA Semarang Barat, KH Sunar SAg MPd, dalam sambutannya.
Pihaknya pun mengapresiasi positif para wakif, termasuk salah satunya Widisari, yang mengikhlaskan harta bendanya untuk diwakafkan, dalam hal ini tanah beserta bangunan untuk pembangunan Masjid Darrul Wahid.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Panitia Tasyakuran H Puguh W Wibowo
"Kita ketahui proses wakaf ini panjang sekali, Alhamdulillah atas izin Allah SWT, kemarin hari Jumat 10 November 2023, semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Kami dari DKM dan Yayasan menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada ibu Hj RA Dwi Rahayu Widisari, yang telah mewakafkan tanah dan bangunan, menjadi masjid yang sangat megah," terangnya.
Pihaknya berharap, seperti harapan dari wakif, untuk bisa meramaikan atau memakmurkan Masjid Darrul Wahid, terlebih masjid tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan dalam beribadah.
"Bagi bapak ibu yang ingin mengikuti jejak ibu Hj RA Dwi Rahayu Widisari untuk mewakafkan harta miliknya untuk masjid, kami sangat terbuka dan menerima dengan senang hati," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) H Hendrie dan Hj Liya.
Sementara, Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC sebagai wakif menyampaikan bahwa wakaf tanah dan bangunan untuk dijadikan Masjid Darrul Wahid, semata-mata untuk kepentingan Agama Islam.
"Saya berharap bisa bermanfaat bagi sebanyak banyaknya umat muslim masyarakat Bukit Wahid dan sekitarnya. Ini adalah bentuk ketaatan saya kepada Allah SWT yang memberikan hidayah ( petunjuk) dan inayah ( pertolongan) kepada saya sehingga terwujudlah wakaf ini," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Widisari, panggilan akrabnya, juga menyampaikan dengan berwakaf, dirinya berharap bisa menjadi sosok yang tawadhu atau taat kepada Allah SWT.
"Gemar bersedekah atau berbagi adalah hidayah yang diberikan oleh Allah SWT karena itu saya mencari hidayah itu," lanjutnya.
Diterangkan, jika menjadi dermawan bukanlah hanya karena kaya raya.
"Saya orang yang biasa saja, saya manusia yang tidak berkepentingan terhadap penilaian duniawi terhadap saya, saya bukan selebritas, bukan pejabat, saya juga bukan calon legislatif atau politisi, yang mengharapkan suara rakyat demi kepentingan pemilu partai atau pribadi," tegasnya.
Widisari juga menegaskan jika wakaf tersebut bukan untuk riya.
Dirinya juga tidak mengatasnamakan bangunan dan tanah yang diwakafkan dengan nama yang bersangkutan dengan trah keluarga atau diri pribadinya, misalnya Masjid Widisari.
"Ini murni dari dulu yang saya pikirkan adalah taat menjalani kehendak Allah SWT yaitu hanya menjadi hamba-Nya, perantara harta-Nya Allah SWT yang dititipkan sebentar kepada saya, melalui hasil kerja keras yang nawaitu karena ibadah kepada Allah SWT," paparnya kembali.
Dirinya pun berharap semua warga Bukit Wahid dan sekitarnya bisa beribadah lebih khusyuk, masjid juga bisa menjadi tempat berkumpulnya ilmu ilmu kebajikan dan menimba ilmu seperti kajian atau pengajian rutin dan kegiatan positif lainnya.
"Misalnya seperti kegiatan kegiatan sosial yang bermanfaat, seperti pengumpulan zakat fitrah dan penyalurannya, pelaksanaan tarawih berjamaah,pelaksanaan Idul Qurban dan lainnya," tandas Widisari.
Dirinya pun berharap amal ibadah yang dilakukannya ini tidak berhenti di Masjid Darrul Wahid, namun juga terus berkembang di berbagai tempat lainnya.
"Alhamdulillah pada tahun 2022 kemarin, juga turut membantu Panti Asuhan An Nur Budi Utomo dengan Ustadz Agus Salim, dalam pembangunan aula yang digunakan tempat belajar adik-adik santri," pungkasnya.
| Berbagi Berkah: Hj RA Dwi Rahayu Widisari dan Kisah Wakaf Mengubah Rumah Menjadi MasjidRabu, 20 Mei 2026 15:05
-
12 November 2023 | 22:04 WIB - Semarang Raya

Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC, didampingi kedua puteranya Naufal Mahira Arraafi dan Danish Izzan Rajendra, menyerahkan sertifikat tanah dan bangunan dalam Ikrar Wakaf, kepada Ketua Yayasan Daarul Wahid Semarang, disaksikan perwakilan KUA Semarang Barat di Masjid Darrul Wahid, Bukit Wahid Regency Semarang.
SEMARANG WAWASANCO - Wakaf, praktik filantropi Islam yang telah ada sejak zaman dahulu, terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan masyarakat Muslim.
Salah satu bentuk wakaf yang menginspirasi adalah transformasi rumah tinggal menjadi masjid melalui wakaf.
Inisiatif ini tidak hanya memperluas ruang ibadah, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan spiritual yang mendalam bagi komunitas sekitar.
Seorang pengusaha yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap praktik wakaf ini adalah Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC.
Beliau dengan tulus hati menyerahkan tanah beserta bangunan miliknya untuk Yayasan Daarul Wahid Semarang, untuk pembangunan Masjid Darrul Wahid, Bukit Wahid Regency Semarang.
Pada bulan Ramadhan 2013, Widisari menerima silaturahmi dari perwakilan tokoh masyarakat di Bukit Wahid Regency Semarang.
"Awalnya saya pada bulan Ramadhan 2013 lalu saya menerima silaturahmi dari perwakilan tokoh masyarakat di Bukit Wahid Regency Semarang, dari obrolan tersebut disampaikan jika ada keinginan untuk mendirikan masjid di perumahan ini, karena saat itu memang belum ada masjid," papar Widisari, disela ikrar wakaf yang dilakukan di Masjid Darrul Wahid, Bukit Wahid Regency Semarang, Jumat 10 November 2023.
Dari pertemuan tersebut, Widisari kemudian membeli sebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini di Bukit Wahid Regency Semarang.
"Rumah tersebut kemudian saya serahkan ke pengurus masjid untuk digunakan sebagai tempat ibadah," papar Widisari, didampingi kedua puteranya Naufal Mahira Arraafi dan Danish Izzan Rajendra.
Dijelaskan rumah untuk wakaf tersebut dibeli dalam kondisi baru, belum pernah digunakan oleh siapapun.
"Memang saya beli langsung saya wakafkan , jadi langsung saya serahkan bangunannya, yang sudah lengkap dengan AC , listrik dan PDAM , untuk bisa digunakan langsung kegiatan tarawih dan kegiatan bulan Ramadhan , dikarenakan sebelumnya warga Bukit Wahid kalau tarawih di halaman parkir depan rumah tinggal saya," papar Widisari.
Meski rumah tersebut sudah diubah penggunaannya sebagai tempat ibadah, saat itu, pihaknya belum melakukan ikrar wakaf.
Sebab, salah satu syarat untuk bisa melakukan ikrar wakaf, pengelola masjid harus sudah berbadan hukum.
Meskipun pada awalnya belum dilakukan ikrar wakaf karena syarat pengelola masjid harus sudah berbadan hukum, rumah tersebut terus berkembang menjadi sebuah masjid megah berkat dukungan berbagai pihak.
Setelah menunggu sekian lama, pada Jumat, 10 November 2023, Widisari melakukan ikrar wakaf dengan Yayasan Daarul Wahid Semarang yang telah memiliki badan hukum.
Dalam proses ikrar wakaf, Widisari turut menyerahkan sertifikat tanah dan bangunan kepada pengurus Yayasan Daarul Wahid Semarang, dengan saksi dari pihak KUA Semarang Barat, yang diwakili H Sunar SAg MAg.
Widisari mengaku memilih untuk mewakafkan rumah sebagai masjid, agar memberikan keutamaan.
Hal ini memperkaya lingkungan sekitar dengan adanya pusat pendidikan agama, kajian, dan kegiatan sosial yang mempererat ikatan antarwarga.
Widisari berharap bahwa dengan ikrar wakaf ini, pengurus Yayasan Daarul Wahid Semarang dapat memakmurkan Masjid Darrul Wahid tidak hanya melalui kegiatan ibadah, tetapi juga melalui berbagai kegiatan positif lainnya.
"Saya berharap seiring dengan ikrar wakaf ini, pengurus Yayasan Daarul Wahid Semarang bisa menepati janjinya, untuk terus memakmurkan Masjid Darrul Wahid. Tidak hanya dengan kegiatan ibadah, namun juga kegiatan positif lainnya," tandas wanita yang juga pemilik Klinik Kecantikan W Double You tersebut.
Selain itu, dalam kegiatan ikrar wakaf tersebut, Widisari juga memberikan santunan bagi anak yatim piatu di sekitar Kota Semarang.
Dengan perbuatan baiknya, Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat SE Dpl CIBTAC tidak hanya mewujudkan nilai-nilai filantropi Islam melalui wakaf, tetapi juga memberikan teladan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan sosial dan spiritual demi kesejahteraan bersama.
Apresiasi dan rasa terima kasih disampaikan Ketua Yayasan Daarul Wahid Semarang RB Nuradi Bijantara, atas wakaf tanah dan bangunan yang diberikan Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat sebagai wakif.
"Kami mewaliki pengurus Yayasan Daarul Wahid menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasih kami yang mendalam kepada Hj RA Dwi Rahayu Widisari, setelah berproses cukup lama, ikrar wakaf ini bisa terlaksana pada hari ini," terangnya.
Dipaparkan, dengan adanya wakaf rumah untuk masjid tersebut, warga di Bukit Wahid Regency Semarang sangat terbantu terkait kebutuhan rumah ibadah.
"Dari rumah wakaf tersebut, kemudian dengan dukungan dari berbagai pihak, dari umat, kemudian berkembang menjadi Masjid Darrul Wahid seperti yang sekarang ini. Kami selaku pengurus, akan mengelola dan mengurus agar apa yang sudah diberikan bisa terlaksana dengan penuh tangguh jawab," terangnya.
Usai ikrar wakaf, dilakukan penanda tanganan akad wakaf di Masjid Darrul Wahid, pada 25 November 2023.
Dalam penanda tanganan tersebut, turut hadir sebagai wakif Hj RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat, nazhir Ketua Yayasan Daarul Wahid Semarang RB Nuradi Bijantara, serta Kepala KUA Semarang Barat H Moehamad Rizak SAg MSos sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf
Selain itu hadir sebagai saksi dua orang yakni Hendri Efendi dan Restu Tri Prasetia.
Penulis : rls
Editor : edt
Sumber: Wawasan
| Pengurus IKPNI Korwil Jateng Resmi Dilantik, Ini Visi MisinyaRabu, 20 Mei 2026 14:59
-
16 Desember 2021 | 17:01 WIB - Semarang Raya

SEMARANG, WAWASANCO - Organisasi Ikatan Keluarga Pahlawan Indonesia (IKPNI) Jawa Tengah bertujuan mewujudkan bangsa dan negara yang mandiri, berkepribadian, bermanfaat.
Hal tersebut disampaikan Ketua IKPNI Korwil Jateng, Haryo Goeritno yang juga merupakan putra dari Pahlawan Nasionsl Letkol Sugiono, disela pelantikan pengurus IKPNI Jateng, yang juga dihadiri pengurus IKPNI Pusat dan IKPNI Korwil Jateng, di Semarang, Rabu (15/12/2021).
"Selain itu kami juga ingin negara kita Indonesia berdaulat sesuai cita-cita para pendiri bangsa dan negara terdahuku. Sehingga membangkitkan kembali jiwa kepahlawanan seluruh rakyat dan pimpinan nasional," katanya.
Dijelaskan, IKPNI Jateng ini juga sebagai landasan untuk menentukan kebijakan bangsa dan negara yg berorientasi kepada kepentingan rakyat.
IKPNI merupakan organisasi Ikatan Keluarga Pahlawan Indonesia , yang awalnya diinisiasi oleh istri dari Pahlawan Nasional Martadinata, kemudian istri dari Jenderal Ahmad Yani, dan istri dari Basoeki Rachmat.
Sementara itu, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Harso Susilo mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus IKPNI Korwil Jawa Tengah.
"Saya berharap dengan dilantiknya IKPNI Jateng yanh bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Sosial Jateng, bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosoal dan kepahlawanan pada diri pengurus dan bisa disebarluaskan ke seluruh masyarakat luas," tukas Harso.
Sementara, Bendahara IKPNI Korwil Jateng RA Dwi Rahayu Widisari yang merupakan cicit atau keluarga eyang Mr. Kasman Singodimedjo, yang merupakan Jaksa Agung Pertama RI sekaligus Pahlawan Nasional, menyatakan dirinya berkenan diminta menjadi pengurus inti Korwil Jateng oleh IKPNI Pusat , dikarenakan visi dan misi IKPNI mulia .
"Visi misi IKPI sunguh mulia, yakni membangkitkan semangat kepahlawanan masyarakat Indonesia. Dengan menjadi pengurus inti, menjadi perwujudan cara saya dalam membangkitkan semangat jiwa kepahlawanan," terangnya.
Pihaknya pun berharap semoga kedepan IKPNI Jateng tidak hanya menjadi wadah paguyuban keluarga Pahlawan Nasional, namun juga memiliki rencana kerja yang matang, sekaligus dapat mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat.
Hj R.A Dwi Rahayu Widisari , SE, DPL.CIBTAC dilantik oleh Gubernur Jateng yang pada saat itu diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Propinsi sebagai bendahara Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Korwil Jateng , karena beliau masih merupakan keturunan cicit dari Prof.Dr.Mr.H.R.Kasman Singodimedjo yang merupakan Jaksa Agung pertama Indonesia.
Penulis : rls
Editor : edt
Sumber: Wawasan
| IKPNI Berupaya Bangkitkan Semangat Kepahlawanan Generasi MudaRabu, 20 Mei 2026 14:41
Jumat, 17 Desember 2021 | 07:45 WIB
SEMARANG, suaramerdeka.com - Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) berupaya membangkitkan semangat kepahlawanan kepada masyarakat utamanya untuk generasi muda.
Ketua IKPNI Jateng Drs Haryo Goeritno menuturkan, keberadaan sebuah negara tidak terlepas dari jasa para pahlawan negaranya yang berjuang demi kemerdekaan sebuah negara.
Seiring dengan berjalannya waktu dan generasi setelah 76 tahun bangsa Indonesia merdeka, dirasa sangat diperlukan bagi bangsa ini untuk tetap menghargai dan menghormati para pahlawan negaranya yang dengan rela berjuang mengorbankan seluruh jiwa raga untuk mencapai kemerdekaan.
''Bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan negaranya. Oleh sebab itu, dibentuklah Ikatan Keluarga Pahlawan Indonesia (IKPNI) ini,'' tutur putra dari Pahlawan Nasional Letkol Sugiono itu, saat Pelantikan IKPNI Korwil Jateng, belum lama ini.
Dikatakannya, IKPI didirikan pada tanggal 10 November 1974 oleh para istri Pahlawan Ibu Martadinata, Ibu Ahmad Yani Ibu Basocki Rachmat dan akhirnya berubah nama menjadi Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI).
Kemudian, dikukuhkan Menteri Sosial RI sesuai dengan perkembangan sosial kemasyarakatan, pada tanggal 21 November 1989.
Pelindung IKPNI adalah Presiden Republik Indonesa dengan pembina Menteri Sosial Republik Indonesia, Gubernur dan Kepala Dinas Sosial Provinsi.
IKPNI merupakan wadah bagi ahli waris Pahlawan Nasional yang dikuatkan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia.
"IKPNI sudah didirikan di beberapa provinsi di Indonesia termasuk di Jawa Tengah ini,'' ujarnya.
Adapun, pengurus IKPNI Wilayah Jawa Tengah dilantik dengan beberapa pengurus inti yaitu Ketua Drs Haryo Goeritno, Wakil Ketua R Yudi Prastiawan, Sekretaris dr Synthia Roosana Untari, MCH dan Bendahara Hj RA. Dwi Rahayu Widisari.
Dihadiri oleh Ketua Umum pengurus IKPNI Pusat Saharto Sahardjo. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo.
Bendahara IKPNI Jateng RA. Dwi Rahayu Widisari menuturkan, adapun visi misi IKPNI adalah terwujudnya bangsa dan negara yang mandiri, berkepribadian, bermanfaat dan berdaulat sesuai cita cita para pendiri bangsa dan negara.
"Serta membangkitkan kembali jiwa kepahlawanan seluruh rakyat dan pimpinan nasional sebagai landasan untuk menentukan kebijakan bangsa dan negara yang berorientasi kepada kepentingan rakyat,'' terangnya.***
Sumber; Suara Merdeka
| Pengusaha Asal Semarang, Raih 3 Penghargaan Sekaligus Bidang KecantikanPengusaha asal Semarang sekaligus pemilik klinik kecantikan, W Double You Skin and Body Care, Hj RA Minggu, 22 Mei 2022 00:06
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengusaha asal Semarang sekaligus pemilik klinik kecantikan, W Double You Skin and Body Care, Hj RA Dwi Rahayu Widisari SE Dpl CIBTAC, kembali meraih penghargaan atas dedikasi dalam dunia wirausaha, khususnya bidang kecantikan.
Tidak hanya satu, namun dia berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus.

Yaitu penghargaan dari National Award Foundation, sebagai Best Achiever Dematology Aesthetic Clinic Award 2022, Most Innovative Women Award 2022 dan Indonesia Beauty Healthy & Wellness Award 2022.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan yang digelar di Amaroossa Cosmo Jakarta, pada 22 April 2022 lalu.
"Saya sangat bersyukur kehadirat Allah SWT , dan sangat mengapresiasi tim penilai dan penyelenggara Award yang dikhususkan untuk para pengusaha mandiri karena bentuk apresiasi ini, mengukuhkan aktualisasi diri masing masing wirausaha agar terpacu lebih semangat berkarya , bergerak maju, cepat dan efisien, mampu bangkit di era pandemi covid yang tentunya sangat berdampak bagi perekonomian dunia secara umum , khususnya para pengusaha," papar Dwi Rahayu, saat menerima penghargaan.
Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Bunda Widi tersebut, memaparkan jika SDM perempuan yang bekerja klinik kecantikan miliknya, W Double You Skin and Body Care juga diperkenankan memiki usaha pribadi.
Baik salon rumahan atau kuliner di rumah masing-masing.
Hal tersebut menjadi bentuk dukungannya kepada para karyawan untuk berwirausaha.
Namun dengan catatan, saat waktu bekerja di PT Widisari W Double You harus sesuai dengan SOP dan ketentuan perjanjian yangg berlaku.
"Jadi mereka tidak berpraktek perusahaan dalam perusahaan," terannya.
Widisari menjelasjan, hal tersebut menjadi salah satu caranya, dalam membantu mengisi pembangunan perekonomian bangsa Indonesia, termasuk memperluas lapangan pekerjaan.
"Saya merekrut SDM perempuan sebanyak dan semampu yang saya bisa, sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan saya perkenankan mereka membuka usaha kecil dirumah masih masing di luar jam kantor atau dihari libur, tetapi dilarang berpraktek perusahaan didalam perusahaan," lanjutnya.
Artinya usaha yang dibuat tidak boleh menggunakan atribut W Double You dan tidak menggunakan mesin estetika W Double You.
"Tidak menggunakan nama saya sebagai penanggungjawab pada usaha mereka, tidak menjual treatment yang merupakan brand produk treatment W Double You. Saya pun memberikan gaji yang sangat pantas, diatas rata rata UMR, namun tentunya SDM-nya harus memiliki kualifikasi memadai sesuai syarat perusahaan," terangnya.
Apresiasi positif juga disampaikan, Asisten Deputi Pembiayaan & Penjaminan Kementerian Koperasi dan UMKM Ari Gunawan SE.
Tepatnya dalam sambutan penyerahan award, Ari Gunawan menuturkan, jika pihaknya berharap dengan penghargaan yang diperoleh tersebut, mampu memberikan motivasi dalam pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM).
"Seiring dengan meningkatnya UKM atau UMKM juga diharapkan mampu mendorong perekonian di Indonesia, muncul para wirausahawan baru yang mampu membuka lapangan kerja dan menggerakan perekonomian," tandasnya.
Menariknya, dalam kesempatan yang sama selain meraih penghargaan dari National Award Foundation, Widiasari juga menerima penganugerahan award dari Indonesia Award Magazine di Hotel Mercure Jakarta.
Untuk penghargaan dari Indonesia Award Magazine, Widisari dengan klinik kecantikan, W Double You Skin and Body Care, meraih penghargaan Favourite Beauty Clinic & Aesthetic Award 2022.
Raihan tersebut juga semakin menambah penghargaan yang diraih Widisari serta klinik kecantikan miliknya, W Double You Skin and Body Care.
Sebab sebelumnya juga menerima apresiasi penghargaan dari National Award Foundation sebagai Succesful Women in Beauty Award 2022.
Sementara klinik kecantikan W Double You Skin and Body Care, mendapat penghargaan Indonesia Beauty Healthy & Wellness Award 2022.
Sumber: Suara Merdeka
|
|