(artikel 11-15 dari total 57 artikel)
Tampak Lebih Muda dengan Setrika WajahKamis, 28 April 2016 07:23

PERAWATAN: Pemilik salon W Double You Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat, tengah melakukan pengencangan kulit dengan metode setrika wajah. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARANG – Teknologi perawatan kecantikan terus berkembang. Saat ini, satu teknik mempercantik wajah tengah menjadi incaran kaum hawa, yakni setrika wajah.
Setrika wajah adalah salah satu perawatan kulit dengan memanfaatkan gelombang radio frequency untuk meningkatkan kolagen di lapisan dermis kulit atau lapisan kulit yang kedua. Perawatan wajah ini akan membuat kulit wajah dan leher menjadi lebih kenyal, terangkat, dan kencang.
Hj. R.A. Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat, pemilik salon W Double You di Jalan Sriwijaya Semarang, mengatakan, manfaat utama melakukan setrika wajah adalah untuk mencegah penuaan karena mengurangi jumlah kerutan di wajah. Selain itu, juga dapat digunakan untuk membantu menyamarkan lipatan di bawah dagu, membuat wajah terlihat lebih tirus, mengencangkan pipi yang kendor dan mengurangi lingkar hitam di bawah mata.
Hasil dari setrika wajah ini bisa bertahan sekitar 1 hingga 2 bulan. Mengingat kulit yang disetrika hanya pada bagian epidermis dan dermis, tidak sampai pada otot wajah. Perawatan ini tidak dianjurkan untuk penderita kencing manis, pernah mengalami serangan jantung atau sedang menggunakan alat pacu jantung, pasien yang telah memasang plat metal, ibu hamil, ibu menyusui, dan penderita kelainan sendi atau jaringan ikat. (eny/smu)
Sumber: Radar Semarang
| Wajah Kencang dengan PSPKamis, 21 April 2016 09:06

PERAWATAN: Dwi Rahayu Widisari Djojodinungrat, pemilik salon W Double You tengah melakukan perawatan mengencangkan kulit wajah dengan alat PSP. (IST)
SEMARANG – Seiring dengan bertambahnya usia proses penuaan pada kulit pasti akan terjadi. Meski demikian, penuaan tersebut dapat diperlambat dengan pola hidup sehat dan perawatan kulit dengan menggunakan alat Photo Skin Electroporesis (PSP).
Perawatan kulit PSP biasanya digunakan untuk mengencangkan kulit yang mulai mengendur atau menghilangkan flek-flek hitam. “Perawatan dengan alat PSP sendiri dibagi menjadi 2, yaitu untuk wajah dan untuk tubuh,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda Widi, sapaan akrab Dwi Rahayu Widisari Djojodinungrat, pemilik salon W Double You di Jalan Sriwijaya Semarang.
Proses perawatan yang dilakukan mulai dari pemberian krim di wajah seperti krimderma aktif untuk degenerasi, krim lipo active untuk menghilangkan lemak dan virm regeneration untuk pergantian kulit. “Kemudian kulit seperti dipijat dengan menggunakan alat PSP,” imbuhnya.
Saat proses pemijatan dengan alat PSP dilakukan alat akan mengeluarkan sinar biru, merah dan hijau secara bergantian. Sinar biru berfungsi untuk membunuh bakteri (biasanya pada kulit berjerawat dan iritasi). Sinar merah untuk membuat kulit lebih putih, menghilangkan flek-flek wajah atau kerutan halus. Warna hijau sebagai penenang kulit. “Penggunaan alat sekitar 30 hingga 45 menit. Atau tergantung dari medianya (kondisi kulit seberapa banyak keriput dan flek-flek diwajah),” terangnya.
Selain itu alat PSP juga bisa digunakan untuk mengencangkan beberapa bagian tubuh, seperti untuk mengangkat, mengencangkan dan menambah volume payudara. Bagian tubuh lainnya yang bisa dikencangkan dengan alat PSP di antaranya pantat, lengan dan paha. Meski demikian, bagi yang menggunakan implan, kawat gigi atau menanam logam lainnya di dalam tubuh tidak dianjurkan menggunakan perawatan dengan alat PSP ini. (eny/smu)
Sumber: Radar Semarang
| Perbaiki Struktur Wajah Tanpa OperasiSelasa, 15 Maret 2016 10:33

PERAWATAN: RA Dwi Rahayu Widisari Djojodinungrat, pemilik salon W Double You di Jalan Sriwijaya Semarang tengah memperbaiki struktur wajah pasien dengan metode alat multipolar. (ENY SUSILOWATI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARANG – Keinginan wanita untuk selalu terlihat lebih muda dengan tampilan kulit yang halus dan kencang tanpa keriput, membuat treatment-treatment pengencangan kulit berkembang pesat. Salah satu caranya adalah perawatan facelift dengan alat multipolar.
Salah satu salon yang Semarang yang menyediakan treatment tersebut adalah di Salon W Double You, di Jalan Sriwijaya, Semarang. Pemilik salon, RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat, mengatakan multipolar adalah gabungan dari radiofrekuensi monopolar dan bipolar yang dapat mengembalikan kekencangan kulit wajah dan leher, agar terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya tanpa operasi. “Alat multipolar ini menstimulasi kulit epidermis, dermis, hipodermis hingga otot,” ungkapnya.
Perawatan ini bisa memakan waktu sekitar tiga jam. Diawali dengan membersihkan wajah atau facial, selanjutnya lemak wajah dihilangkan dengan menggunakan radiofrekuensi monopolar. “Setelah lemak hilang, kulit yang mengendur ditarik kembali agar wajah kembali kencang,” imbuh wanita yang akrab di sapa Bunda Widi ini.
Selanjutnya radiofrekuensi bipolar akan menstimulasi otot wajah agar menjadi lebih kencang dan kuat sebagai tempat menempelnya kulit. Hal ini akan memperindah wajah menjadi lebih kencang dan kelihatan lebih muda.
Meski tanpa operasi atau pembedahan facelift memang dapat membentuk dan memperbaiki struktur wajah seseorang menjadi lebih menarik. Misalnya saja ingin memperoleh hidung yang lebih mancung, maka pipi dikecilkan agar tulang hidung lebih kelihatan menonjol. Atau menginginkan dagu kelihatan langsing maka lemak di pipi bawah dan rahang harus dibuang. “Ini akan membuat efek dagu terlihat lancip dan tirus serta leher kelihatan jenjang,” terangnya.
Facelift umumnya dilakukan pada kisaran usia 40-70 tahun, namun tidak tertutup kemungkinan dilakukan pada usia remaja atau lebih tua. Hasil terbaik facelift dapat diperoleh pada seseorang yang masih memiliki elastisitas kulit, meski sudah mengalami penuaan. Hasil dari prosedur facelift dapat bertahan sekitar 1 tahun. (eny/smu)
Sumber: Radar Semarang
| RA. Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat Tak Mau Setengah HatiSenin, 16 November 2015 09:40
KABARWISATA.COM – SEMARANG – Kecintaanya dibidang usaha rupaya sudah ditanamkan oleh kedua orang tua RA Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat sejak dibangku SMP. Jika sang ayah menularkan bakat wirausahanya, maka sang Ibu mewariskan jiwa untuk selalu tampil bersih, cantik dan sopan. Suatu kombinasi ideal yang membentuk karakter Widisari.
“Ayah dulu sering mengajak saya saat kecil ke area proyek properti dengan turun langsung ke lokasi, sedangkan Ibu selalu mengajari disiplin dan cinta akan kebersihan,” tegas wanita berparas cantik kelahiran 3 Juni 1976 ini.
Dalam menjalankan usahanya ini Widisari memang tak mau setengah hati. Sebelum membuka usaha Salon, Spa, Skin & Body Care for Ladies W Double You, ia menempuh pendidikan di CIBTAC (Confederation of International Beauty Therapy & Cosmetology) International – London pada 2010. "Sekolah ini wajib diikuti dokter dan masyarakat umum yang ingin membuka klinik kecantikan estetika bertaraf internasional. Karena peralatan kecantikan diproduksi di luar negeri," tuturnya.
Selama pendidikan, ia mempelajari ilmu dasar-dasar kedokteran. Seperti memahami struktur, anatomi, saraf hingga fisiologi tubuh manusia. Dengan memahami itu, maka perawatan yang diberikan benar-benar dirasakan dalam jangka panjang. Karena latar pendidikan kecantikan estetika itulah, metode perawatan yang diberikan berstandar dan bermetode internasional. "Saya harus totalitas mempelajari estetika karena teman-teman seangkatan adalah para dokter yang 'expert' dibidangnya," tekatnya kala itu.
Meski berlatar belakang Sarjana Ekonomi, ia belajar ekstrakeras untuk mengejar ketinggalannya dari teman-teman. Disekolah ia fokuskan membaca buku tentang anatomi tubuh dan estetika. Malah hal itu menjadi keasyikan tersendiri hingga dia lulus dengan predikat terbaik. Dengan bekal itulah ia meraup kesuksesan dari bisnis W Double You di Kalimantan Timur. Tak mau lupa akan kampung halamannya, lantas Widisari berekspansi membuka W Double You di Jalan Sriwijaya 38C-D Semarang. Istri dari HKRTAminudin BSC ini, kendati menjadi bos di perusahaan yang ia pimpin, dia tetap memegang teguh prinsip kekeluargaan pada seluruh karyawan. Itu pula yang ia sebut sebagai kunci sukses menjadi pengusaha perempuan. Sebagai seorang muslimah, ia pun sudah melengkapi kelima rukun Islam.
Sebagai pelengkap dan penyeimbang kehidupan rohaninya berbagai kegiatan amal rutin dia lakukan. Investasi amal berupa tanah untuk dibangun menjadi masjid di di Bukit Wahid, Semarang diperuntukan bagi warga perumahan dan umum. Bahkan jika ada yang membutuhkan, ia dengan senang hati untuk membantu semampunya.
Meski segudang kesibukan bisnis yang ia jalani juga tak meninggalkan kodrat sebagai seorang ibu dan istri, maka ditiap hari Minggu atau libur ia kan meluangkan waktu seluruhnya bagi dua buah hatinya, Nauval Mahira dan Dannis Izan.
"Baik urusan bisnis duniawi, keluarga bahkan urusan akhirat saya berusahan lakukan tak setengah hati. Pesan Papa saya, selalu mengingatkan ikhlas menyedekahkan sebagian rizki karena ada hak orang lain di sebagian harta milik saya, saya percaya Allah SWT akan menggantinya dengan nikmat luar biasa," bijaknya. (KW01)
Sumber: KABARWISATA.COM
| Pengusaha Bagikan 250 Paket Zakat FitrahRabu, 23 September 2015 22:43
Semarang Metro
24 Juli 2014
Pengusaha Bagikan 250 Paket Zakat Fitrah
SEMARANG - Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus dibayar seorang muslim saat Ramadan. Di bulan yang penuh berkah tersebut, dimanfaatkan oleh pemilik PT W Double You Skincare dan PT Widisari Properti, Widisari (38) untuk membagikan 250 pakte zakat fitrah. Zakat yang diberikan berupa sembako yang terdiri atas 2,5 kg beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, kecap, sirup, dan teh di kediamannya di Perumahan Bukit Wahid Regency.
Pembagian zakat tersebut diberikan kepada kaum duafa dari daerah Sriwijaya, Wonodri, Taman Borobudur, Gedongsongo, Manyaran, Tegalsari, Genuk, Gunung Pati, Ketileng, Gunung Kebo, dan penduduk sekitar Perumahan Bukit Wahid Regency. ’’Supaya mengena ke sasaran yang tepat, saya dibantu panitia dan amil zakat membagikan 250 kupon dengan nomor seri sehari sebelumnya. Zakat yang diberikan untuk satu orang duafa ini senilai kurang lebih Rp 120.000 per orang,’’ kata Widisari.
Sucikan Harta
Bagi kaum duafa yang tidak mendapatkan kupon namun datang ke acara bertema ’’Bunda Widisari Berbagi’’ tersebut, ibu dua putra ini juga menyediakan uang Rp 30.000, senilai 2,5 kg beras dan satu kaleng biskuit. ’’Zakat fitrah adalah wajib, karena saya menyucikan sebagian harta saya, yang merupakan hak kaum dhuafa dan harus diberikan pada bulan Ramadan. Kelebihan harta yang saya santunkan atau berikan kepada mereka di luar zakat mal dan sedekah saya,’’ kata Widisari di sela pembagian zakat fitrah yang dihadiri 300 dhuafa.
Diungkapkannya bahwa pelaksanaan zakat yang dilakukan bukan bermaksud riya atau pamer, namun ingin menyerukan kewajiban berzakat kepada seluruh umat muslim yang mampu. ’’Niat berzakat ini lebih baik daripada sibuk menggunjingkan orang lain atu bermewah-mewahan saat Ramadan dan menghadapi Lebaran. Semua orang memiliki cara dalam menikmati hidupnya,’’ kata Widisari yang juga membagikan zakat fitrah untuk penghuni Panti Asuhan cacat ganda di Wolter Monginsidi berupa diapers, parsel zakat fitrah, biskuit kaleng. (J12-87)
Sumber: Suara Merdeka
|
|