(artikel 16-20 dari total 57 artikel)
Selulit Lenyap dengan Teknik Multipolar RFSenin, 29 Juni 2015 12:48
SEMARANG – Masalah kulit sering dirasakan para wanita seusai melahirkan. Naik berat badan secara drastis saat hamil mengakibatkan terjadinya peregangan kulit yang ekstrem dan memunculkan selulit atau lemak yang terperangkap di bawah kulit.
Saat ini, melalui teknologi Redio Frekuensi (RF) yaitu terapi menggunakan alat yang disebut Multipolar RF, masalah tersebut bisa diatasi. “Dengan alat Multipolar RF lemak akan dikikis tanpa melalui proses luka, sekaligus kulit akan menjadi kencang kembali,” terang Dwi Rahayu Widisari, owner “W” Double You Skin Bodycare Spa Salon & Reflexy di Jalan Sriwijaya Semarang.
Menurutnya, selulit yang sebagian besar ditemui di beberapa area tubuh seperti pada perut, pantat, lipatan paha, lipatan lutut dan ketiak, meski sulit dihilangkan 100 persen, namun bisa disamarkan dengan teknik RF.
Sebelum perawatan dilakukan, Dwi Rahayu Widisari lebih dulu melakukan analisis kesehatan. Perawatan dimulai dengan membersihkan bagian kulit yang akan dihilangkan selulitnya, kemudian diolesi cream relaksasi berupa oil supaya kulit rileks dan tidak stres. Selanjutnya kulit dipijat dengan alat radio frekuensi yang bentuknya seperti alat USG. Kulit akan merasakan hangat dari alat Multipolar RF yang menghancurkan jaringan selulit.
Meskipun hasil yang didapat tidak instan, namun dalam beberapa kali perawatan perubahan tekstur kulit sudah akan terlihat. “Waktu yang dibutuhkan untuk sekali perawatan sekitar 2 jam,” imbuhnya. Sedangkan untuk hasil maksimal perawatan dengan Multipolar RF ini bisa dilakukan 3 hingga 6 kali dalam 6 bulan. “Agar selulit tersamar 70 hingga 90 persen, perawatan harus dilakukan beberapa kali tergantung dari keparahan selulit,” jelasnya. (eny/smu)
Sumber: Radar Semarang
| Facelift dan Sliming di WDYJadikan Kecantikan Wanita Lebih sempurna Rabu, 25 Februari 2015 07:47
JIKA selama ini, kita selalu berpikir facelift atau penghilangan lemak dan pengencangan kulit otot pada wajah hingga sliming hanya bisa dilakukan dengan pembedahan, ternyata persepsi itu salah. Karena kini, W Double You (WDY) menawarkan terapi facelift dan penurunan berat badan (sliming) tanpa bedah untuk kaum hawa dari berbagai lapisan usia. Dengan menggunakan alat estitika dengan teknologi modern bersertifikat internasional, tentu saja sangat aman bagi kesehatan.
Owner WDY, Widisari Djojodiningrat menyebut, walaupun alat ini aman, tetapi berdasarkan standar estetika internasional hanya boleh dikerjakan atau dioperasikan oleh tenaga ahli dan beautician yang sudah mengikuti konsersium dan training khusus dari perusahaan alat treatment yang modern. "Kini facelift tak hanya dilakukan oleh perempuan usia 40 tahun ke atas, tetapi banyak perempuan usia 20 hingga 30 tahun yang juga banyak melakukan facelift untuk penampilan sempurna," tutur Widisari saat pelaksanaan live demo & Live Chat, Minggu (22/2) lalu.
Wanita cantik bernama lengkap Hj RA dr Widisari Djojodingrat SE Dpl CIBTAC ini dengan alat dan staf yang mumpuni, mampu menyulap kekurangan wanita menjadi lebih sempurna.
Dijelaskannya, manfaat facelift tanpa bedah, akan mengencangkan, mengangkat dan meningkatkan penampilan kulit muda. Selain itu, dapat meningkatkan elastisitas dan kepadatan kulit. Dengan facelift, langsung menyamarkan dan menghilangkan kerutan, mengecilkan pori-pori kulit ke bagian kantung mata. Juga mengurangi lingkar mata yang berwarna hitam. Juga mencerahkan warna kulit.
"Hasil dapat dilihat dalam sekali treatment, hanya klinik kami yang memberikan bukti bukan janji," tuturnya.
Ia mengakui, sengaja menggelar demo ini untuk mengedukasi bagi kaum wanita bahwa kecantikan itu penting. "Tapi cantik harus sehat tanpa ada efek samping, dan juga untuk membuktikan bahwa treatment facelift dan sliming di W Doble You memang terbukti hanya dalam satu kali treatment," lanjutnya.
Dalam demo tersebut, modelnya langsung diperagakan oleh tamu yang hadir dan langsung merasakan perbedaan setelah di treatment. (s/lin)
Sumber: Samarinda Pos
| Widisari Terus Eksis di Dunia KecantikanRaih Banyak Penghargaan Senin, 16 Februari 2015 07:50

KIPRAHNYA di dunia kecantikan patut diacungi jempol. Berbagai penghargaan telah diraihnya. Baik itu yang bertaraf nasional, maupun internasional.
6 Februari lalu, ahli kecantikan dan kesehatan lulusan internasional RA Widisari kembali menerima penghargaan Indonesia Best of the Best Award dari Indonesia Achievement Center (IAC), sebagai owner kategori The Best Beauty Clinic of The Year. Ia dinilai sebagai wanita yang berkiprah total dalam menaikkan derajat wanita, dalam hal perawatan wajah dan tubuh.
Ditemui usai menerima penghargaan tersebut, ibu dua anak ini mengatakan, setiap perempuan sejatinya bisa mendapat hak nikmat kesehatan, kecantikan, hingga keharmonisan yang diberikan pencipta. Pemikiran itu menjadi titik niat Widisari untuk menjadikan wanita lebih menarik. Dengan berbagai layanan kecantikan dan kesehatan, Widisari menyerukan kepada kaum perempuan untuk senantiasa merawat dan menjaga tubuh. Sehingga tak cantik saja, namun juga sehat.
"Saya mengawali usaha ketika usia 23 tahun. Hijrah ke Kaltim dan mendirikan Widisari. Saya berpikir bagaimana di Kaltim, saya bisa melakukan sesuatu yang tidak merusak tapi bermanfaat. Khususnya bagi kalangan kaum perempuan. Kaltim yang sangat kaya akan hasil alamnya, tapi SDM-nya kurang memiliki kreativitas. Padahal anugerah yang dimiliki sangat luar biasa. Rakyat Kaltim itu sungguh luar biasa, memiliki kulit bersih, cantik, dan tinggi semampai. Itu satu penghargaan luar biasa," cerita wanita yang mendapat pengakuan Sybaritic International dari Amerika Serikat (AS) terkait keahlian perawatan kecantikan ini.
Karena itu ia berpikir untuk menjaga anugerah yang dimiliki wanita Kaltim, dengan mendirikan klinik kecantikan. "Dari sinilah saya bertekad untuk mengajak warga menjaga kecantikannya. Saya tidak mau datang menjadi indah sendiri. Saya mau menularkannya. Dan bisa tetap eksis hingga sekarang," lanjutnya.
Dalam menjalankan usahanya ini, Widisari memang tak mau setengah hati. Sebelum membuka usaha kecantikan, ia menempuh pendidikan di Pacific International Beauty Institue yang berpusat di London. “Sekolah ini wajib diikuti dokter dan masyarakat umum yang ingin membuka klinik kecantikan estetika bertaraf internasional. Karena peralatan kecantikan diproduksi di luar negeri,” tuturnya.
Selama pendidikan, ia mengaku mempelajari ilmu dasar-dasar kedokteran. Seperti memahami struktur, anatomi, saraf hingga fisiologi tubuh manusia. Dengan memahami itu, maka perawatan yang diberikan benar-benar dirasakan dalam jangka panjang. Lewat latar pendidikan kecantikan estetika itulah, metode perawatan yang diberikan berstandar dan bermetode internasional.
Hingga kini, klinik kecantikannya, W Double You di Ruko Grand Mahakam Blok B-1 Jalan Siradj Salman terus beroperasi. Bahkan membuka cabang di Semarang. (s/lin/lee)
Sumber: Samarinda Pos
| Widisari Ajarkan KepedulianBerbagi Hewan Qurban Selasa, 7 Oktober 2014 16:23
Wawasan 7 Oktober 2014
SIMONGAN – Datangnya hari raya Idul Adha dimaknai oleh masyarakat dengan momen untuk berbagi dengan sesama. Ada banyak makna yang terkandung dalam pemotongan hewan kurban dalam perayaan hari Idul Adha, selain menumbuhkan arti pengorbanan dan kepedulian bagi sesama, juga sebagai untuk ucapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan selama ini.
Hal itu yang mendasari pengusaha asal Semarang, Hj. RA. Widisari SE. Dipl. CIBTAC menggelar pembagian daging kurban yang digelar dirumahnya di bilangan Bukit Wahid Semarang, Selasa (7/10). Puluhan orang penerima daging kurban dengan tertib menunggu giliran. Tenda besar yang disediakan lengkap dengan kursi terlihat penuh dengan masyarakat yang mengantri.
“Penerima daging kurban ini tidak hanya dari masyarakat sekitar namun juga berbagai daerah lainnya seperti Wonodri, Taman Borobudur, Kembang Arum, Gunung Kebo, Kedungmundu, Manyaran hingga Gunungpati.” paparnya di sela pembagian daging kurban.
Dirinya mengaku kegiatan tersebut sudah rutin dilakukannya, bahkan sebelum dirinya berkeluarga. “Sejak muda memang sudah diajarkan oleh orang tua untuk peduli dengan sesama. Hal itu pula yang ingin saya contohkan dan ajarkan kepada anak-anak saya, bahwa dengan berbagi dapat meningkatkan kepedulian kita kepada sesama.” papar pemilik Klinik Kecantikan W Double You di Jalan Sriwijaya No 38C-D Semarang tersebut.
Layak Konsumsi
Widisari menambahkan dalam Idul Adha kali ini selain menjadi shahibul kurban di masjid dirinya juga melakukan pembagian di rumah. “Kita kurban dua ekor sapi, dengan jumlah daging tidak termasuk tulang mencapai 430 kilogram, kesemuanya kita bagikan dalam 475 kantong. Selain mendapat daging para penerima kurban juga mendapat 3,5 kilogram beras senilai 35 ribu.” lanjut wanita berjilbab tersebut.
Di sisi lain, dirinya memastikan bahwa daging kurban tersebut berasal dari sapi yang kualitas kesehatannya sangat bagus, dan dagingnya layak dikonsumsi.
“Pengorbanan melalui penyembelihan hewan kurban adalah wujud mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, sekaligus wujud empati sebagai wujud solidaritas dengan sesama.” pungkas pemilik PT. W Double You Skincare dan PT. Widisari Properti ini. (Rix-rth)
| Kerja Keras Kunci Widisari Raih KesuksesanMinggu, 5 Oktober 2014 17:16
Jawa Pos 5 Oktober 2014
Sejak duduk dibangku SMP, RA. Dwi Rahayu Widisari Djojodiningrat sudah ditanamkan semangat berwira usaha oleh kedua orang tuanya. Ditambah dengan tumbuh dikeluarga yang memang selalu berkarya, membuat perempuan cantik yang akrab disapa Bunda Widi memutuskan terjun didunia bisnis. Hingga sejumlah kesuksesan berhasi diraihnya.
Ketika ditemui Radar Semarang di salon W Double You miliknya, di jalan Sriwijaya Semarang, Widisari mengenang jika kecintaannya kepada dunia bisnis terjadi lantaran selalu diajak sang ayah untuk melihat proyek perumahan. “Dulu bapak sering diberi mandat membangun perumahan rakyat. Saya selalu diajak melihat dan dari situ saya mulai mencintai dunia bisnis.” kata wanita cantik kelahiran 3 Juni 1976 ini.
Selain cinta dunia bisnis, pengaruh sang bunda yang selalu mengingatkannya akan kebersihan menempanya menjadi manusia yang cinta terhadap kesehatan.”kebetulan orang tua saya adalah benar-benar cinta terhadap pekerjaan dan lingkungan.” imbuh dia.
Keberhasilannya dimulai dari bidang pendidikan, Widisari mengaku selalu mendapatkan juara pertama sejak ia duduk dibangku sekolah dasar hingga saat duduk dibangku perkuliahan. Berkat prestasinya itu Widisari sempat mendapatkan tawaran sebagai dosen di Universitas Semarang (USM).
Setelah lulus kuliah, pada tahun 2000. tepatnya diusia 23 tahun, Widisari memutuskan menikah dan merantau di Samarinda, Kalimantan Timur ditahun 2000 guna mengikuti mantan suaminya bekerja. Kala itu, suami dari Widisari bekerja disebuah perusahaan swasta. Ya walaupun bergaji besar, Widi enggan berpangku tangan hingga ia berinisiatif membuka usaha jasa yakni rias pengantin dengan nama UD Widisari dengan modal awal Rp. 10 juta.
Dalam perantauannya, Widisari mengaku sempat mengalami jatuh bangunnya didunia usaha. Iapun mengaku sempat mengalami kegagalan . Kegagalan itu tidak ia anggap sebagai halangan, ia malah membuat jika kegagalan sebagai acuan. “Disana susah, sempat merasa down lantaran jauh dari sanak saudara. Untuk mengembangkan bisnis pun begitu susahnya karena harus bersaing dengan orang lokal.” kenang dia.
Hingga akhirnya ia mendirikan UD Widisari yang bergerak di bidang wedding organizer & bridal. Dan seperti mengalami titik balik. Ia dipercaya Bupati Tenggarong untuk menangani pernikahan putrinya.
Tekadnya kian kuat dengan mendirikan W Double You di Samarinda yang bergerak di bidang Beauty & Medical Care, Skin & Bodycare, SPA, Salon dan Reflexy, setelah beberapa tetinggi daerah tersebut menggunakan jasanya. Ia pun mengaku tak segan terjun kelapangan demi melihat langsung bisnis yang ia kelola.
“Saya sempat harus nyari dekorasi sendiri hingga sampai tertusuk paku saat perjalanan. Namun dengan tekad dan usaha serta rasa tanggung jawab, saya tetap mencarinya hingga pedalaman daerah agar klien saya puas.”tandasnya.
Demi profesionalisme, dia menempuh pendidikan di CIBTAC (Confederation of International Beauty Therapy & Cosmetology) International – London pada 2010. “Sewaktu menempuh pendidikan di CIBTAC, saya sempat mau mundur karena minder dengan teman-teman di sekolah yang mayoritas berprofesi sebagai dokter. Saya berlatar pendidikan sarjana ekonomi. Namun saya kubur semuanya dalam-dalam bahkan akhirnya saya lulus dengan predikat terbaik.” terangnya.
Setelah sukses di Kalimantan Timur, dari bisnis W Double You ia kemudian membangun bisnis yang sama di lima kota dari Samarinda, Jakarta, Bali, Singapura dan pada 2012 berekspansi membuka W Double You di jalan Sriwijaya 38C – 38D.” Walaupun menjadi owner, saya tetap memegang teguh prinsip kekeluargaan pada seluruh karyawan.” jelasnya.
Dari segi prestasipun Bunda Widi mempunyai prestasi yang sangat mentereng. Baru-baru ini ia mendapatkan penghargaan Indonesia Women Development award tahun 2014 dari Kartini Award tahun 2014.
Disinggung mengenai kecantikannya, ibu dari Nauval Mahira dan Dannis Izan ini tak segan membeberkan rahasia kecantikannya kepada pembaca Radar Semarang. “Pertama kita tidak boleh punya rasa iri dan dengki, itu bisa membuat kita menjadi cepat tua. Kedua adalah rajin berolahraga dan selalu makan sayur bayam.” pungkasnya.
(adennyar.wycaksono/dhinar.sasongko)
|
|