(artikel 46-50 dari total 57 artikel)
Suami Bekerja, Istri Turut AktifSelasa, 10 Mei 2011 08:17
KOMUNITAS istri-istri pejabat ini sepakat tak mau hanya berpangku tangan. Layaknya ibu-ibu PKK atau Dharma wanita, IWABA juga berperan serta dalam kegiatan sosial atas nama Bank-Bank yang dipimpin sang suami.
“Kami harus bisa menjadi istri yang aktif. Tak boleh berpangku tangan di balik kinerja semua suami. Terlebih untuk kegiatan amal. Kami harus bisa memberi tanpa imbalan untuk menyejahterakan Samarinda,” jelas Wakil Ketua IWABA, Widisari Djojodiningrat.
Selain itu, berbagai seminar juga selalu mereka adakan untuk berbagi pengalaman juga pengetahuan antar sesama anggota. Mereka kerap mengadakan talk show masalah kecantikan dan keterampilan untuk semua anggotanya.
Ditambahkan Widisari, semua hal itu adalah kegiatan intern dan tidak harus dipublikasikan. Hanya ingin mendekatkan diri kepada semua anggota tanpa ada persaingan antar bank-bank yang dipimpin para suami mereka.
“Kami semua bersaudara. Tak ada lagi perbedaan dalam komunitas IWABA. Kami harus menjadi teman, kawan, dan harus setia dengan rekan-rekan lainnya. Untuk itulah komunikasi harus tetap dijalin agar di antara semua anggota tak ada rasa saling mendahului,” jelas Widisari.
Sedang di rumah, mereka tetaplah istri-istri untuk para suami. Mereka tak lagi menghadapi seorang pimpinan Bank. Tapi menghadapi suami yang juga ayah dari anak-anak mereka. Selayaknya istri harus melayani suami-suami dari makan, istirahat, sampai waktu mau berangkat ke kantor.
Untuk itulah dalam acara tersebut, mereka juga mengadakan lomba pasang dasi agar nanti kalau suami berangkat ke kantor mereka bisa membantu suami-suami memasang dasi. “Semua itu agar terlihat lebih mesra. Selain untuk melayani suami, kami juga wajib menjaga perasaan dan kecantikan di matanya,” jelas Widisari, lalu tersenyum. (*/yov/adm)
Sumber: Kaltimpost
| Kulit Mulus dengan ScrubJum'at, 15 April 2011 06:51
KULIT halus, sehat, dan bersih dari noda merupakan impian tiap perempuan. Impian itu dapat diwujudkan dengan perawatan kulit menggunakan scrub. Tidak sekadar untuk menghaluskan kulit, penggunaan scrub juga bisa menghilangkan bau badan tak sedap.
Menurut Widisari Djojodiningrat, pakar kecantikan di Samarinda, salah satu penyebab kulit kering adalah timbunan kulit mati yang terdapat pada lapisan kulit bagian luar yang kurang perawatan, sehingga menimbulkan sisik dan terlihat kusam.
“Akhirnya kulit menjadi kusam, kekurangan zat antioksidan, vitamin A dan E. Karenanya kini sudah banyak tawaran perawatan salon dengan scrub yang bertujuan mendapatkan kembali kulit halus, sehat dan mulus,” jelasnya.
Untuk itu kita wajib merawat kecantikan juga kebersihan kulit kita, salah satu caranya dengan melakukan pengelupasan kulit secara rutin. Misalnya saja dengan melakukan body scrub atau luluran. Selain efektif meluruhkan sel kulit mati, scrub juga membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
Ditambahkan Widisari, kalau dulu scrub hanya dilakukan sesekali saja, kini zaman sudah berubah. Melakukan scrub bisa kapan saja, baik di rumah atau salon. Selain bertujuan untuk membantu meluruhkan sel kulit mati, scrub juga mempercepat proses regenerasi sel kulit.
Pada dasarnya, scrub bisa diaplikasikan untuk semua jenis kulit. Tapi, setelah itu, sebaiknya diolesi lotion sesuai jenis kulit. Boleh juga memilih jenis scrub untuk kulit yang punya kebutuhan khusus, seperti pepaya untuk melembabkan, teh hijau untuk menyegarkan kulit lelah, atau wortel untuk membuat kulit segar.
Menurut Yosliana Evemaria, dokter kecantikan lulusan Malaysia, scrub dibedakan menjadi dua jenis, yaitu granule atau butiran dan tanpa granule atau tanpa butiran. Lulur adalah istilah bahasa Indonesia yang mengacu pada scrub. Biasanya terbuat dari beras yang dicampur bahan alami dan rempah-rempah lainnya, seperti bengkoang, melati, teh hijau, atau kopi. Selain itu, bisa disimpulkan bahwa lulur termasuk ke dalam kategori scrub berjenis granule.
Fungsi utama dari scrub adalah mengangkat sel kulit mati, mengangkat kotoran yang menyumbat pori kulit, sekaligus membukanya, agar kulit bisa “bernapas” dan menyerap nutrisi dari produk kecantikan, seperti lotion, pelembap, body butter, atau lainnya. Selain itu, efek jangka panjangnya adalah membuat kulit senantiasa halus. (*/yov/fir)
Sumber: Kaltimpost
| Tetap Cantik di Usia 30 Tahun ke AtasKamis, 24 Februari 2011 08:20
MESKIPUN orang bilang cantik itu relatif, tapi yang namanya perempuan harus terus berusaha untuk membuat dirinya terlihat cantik. Terutama untuk kecantikan pada frase di usia dewasa, seperti perempuanyang mulai memasuki usia kepala tiga. Diyakini bahwa perawatan kecantikannya tak kalah dengan anak usia remaja.
Umumnya yangperlu dijaga adalah warna dan tekstur kulit, karena semakin dewasa kulit akan semakin tua. Terlebih pada usia 30 tahunan ke atas, keluhan kecil seputar kulit mulai bermunculan. Bagi yang memiliki kulit berminyak, jerawat masih sering muncul. Belum lagi bekas jerawat yang belum mau hilang, dan pigmen kulit yang tak remaja lagi.
Menurut pakar kecantikan Widisari Djojodiningrat, menjadi tua atau proses penuaan merupakan keadaan yang harus dilalui oleh semua makhluk hidup. Sebaliknya, proses ini menjadi momok yang paling ditakuti. Seperti halnya kaum Hawa, mereka rela melakukan apapun agar penampilannya tetap muda dan cantik.
“Menginjak usia 30 tahunakan terjadi perubahan dan penurunan kualitas kulit yang berkaitan dengan sensitivitas, tekstur dan fleksibilitas kulit. Hal ini terjadi karena menurunnya produksi kolagen yang merupakan komponen utama lapisan kulit dermis,” jelasnya.
Penurunan produksi kolagen akan meningkatkan proses kulit kering dan hilangnya elastisitas kulit. Padahal lapisan dermis inilah yang bertanggung jawab akan sifat elastisitas dan kehalusan kulit (skin smoothness)yang merupakan kunci utama untuk disebut awet muda serta memiliki kulit indah.
“Untuk masalah ini, sebaiknya berkonsultasi ke dokter spesialis kulitatau pakar kecantikan lainnya. Sebab, semakin usia kita bertambah maka kemampuan sel-sel kulit untuk memperbaiki jaringannya semakin berkurang. Sedangkan untuk pemilik kulit kering, ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan produk anti-aging. Tujuannya agar kerutan tidak muncul terlalu dinidan tetap terlihat segar,” tutur pakar kecantikan yang berdomisili di Samarinda itu.
Hal lain yang juga harus dilakukan adalah memilih menu makanan yang mendukung jaringan kulit memperbaiki kualitas kulit.
Ini adalah persiapan awal kita menjelang pertambahan usia hingga puluhan tahun mendatang. Yang harus dikurangi adalah makanan manis dan berminyak. Sedangkan yang harus diperbanyak adalah mengonsumsi air putih agar kelembapan kulit tetap terjaga. Disarankan juga untuk mengonsumsi vitamin yang mengandung antioksidan agar perbaikan kulit terjadi dari dalam tubuh.
Tambahan antioksidan bisa mencegah dan membantu memudarkan flek kecokelatan yang mulai muncul pada wajah.
Untuk memaksimalkan semua usaha tersebut, pemilihan produk kosmetik yang berbahan dasar alami juga penting. Sebab di masa ini, masalah kulit biasanya belum tergolong serius. Salah satu bahan dasar yangn disarankan adalah lidah buaya. Kelebihan dari lidah buaya, bisa bertindak sebagai penghalang dan pelindung kulit dari macam-macam toksin yang bisa merusak kulit.
Dikatakannya, banyak orang yang mengeluhkan mengalami aging process lebih dini. Saat hal ini terjadi, mereka pun mulai mencari perawatan untuk mengembalikan tampilan kulit wajah agar tetap terlihat awet muda. Sebenarnya tidak sulit mencari jenis perawatan kecantikan agar kulit wajah kembali tampak segar dan cantik. Mulai dari face lifting sampai suntik filler. “Kitabebas menentukan pilihan di klinik-klinik kecantikan dan estetika. Namun, seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya. (*/yov/fir)
Sumber: KaltimPost
| Keperluan Pertama buat AnakPengalaman Widisari Djojodiningrat tentang ASI Sabtu, 22 Januari 2011 07:42
AIR Susu Ibu (ASI) adalah kebutuhan wajib bagi bayi yang baru lahir, karena berfungsi memenuhikebutuhan gizi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Dengan naluri yang dibawa sejak lahir, bayi tidak lagi canggung dengan ASI. Ia juga tahu bagaimana cara menyedot ASI dari payudara ibunya, bahkan bayi akan menangis jika ASI terlambat diberikan.
Semua ibu menginginkan pemberian ASI yang tepat untuk bayinya, karena selain sehat ASI juga memiliki banyak kandungan gizi yang memberikan keseimbangan ideal antara protein, laktosa, mineral, dan vitamin untuk sang bayi.
Seperti halnya Widisari Djojodiningrat, istri Dirut Bank BPD Kaltim. Meskipun sibuk berkarier sebagai seorang pengusaha, namun ia tak pernah melupakan statusnya sebagai seorang ibu yang memiliki bayi berusia sembilan bulan.
Menurutnya, ASI adalah kebutuhan nomor satu untuk sang buah hati. Untuk itu ia tetap menyusui anaknya, meskipun kesibukannya juga tak bisa dihindarkan. “Saya tidak bisa meninggalkan anak saya yang masih bayi di rumah, jika dia belum mendapatkan asupan ASI yang tepat. Meskipun saya sering berada di luar rumah, sebisa mungkin saya menyempatkan diri menyusuinya,” kata perempuan yang biasa disapa Widi ini.
Sejak melahirkan anak pertama ia sudah menyusui dan tidak memberikan susu bantuan lainnya. Selama 1 tahun 8 bulan, ia menyusui anak pertamanya. Sedangkan anak keduanya baru menyusui sekitar 7 bulan, karena pada dua bulan pertama kelahiran, sang anak agak kesulitan menerima ASI dan mendapatan perawatan kesehatan.
“ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna sistem pencernaan bayi, dia tidak memerlukan makanan lain saat usianya belum memasuki satu tahun ke atas,” katanya.
Menurutnya, bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya untuk pertumbuhan dan perkembangan organ.
Selain itu, ASI juga berpengaruh pada kecerdasan otak anak. Terbukti, sekarang anak pertamanya tumbuh sehat juga pandai untuk urusan ilmu pelajaran di sekolah. Sedangkan anak keduanya kini semakin sehat setelah pada mengalami kelainan paru-paru saat kelahirannya.
“Untuk itu usahakan tetap memberikan ASI pada bayi yang baru lahir. Jika payudara sulit mengeluarkan ASI, maka cari usaha lain untuk mengambil ASI dari dalam. Seperti menyedotnya dan menaruh dalam botol dot dan diberikan pada anak, tapi teliti masa kesehatan ASI tersebut, jika dirasa sudah basi, maka sedotlah ASI yang baru,” ujarnya. (*/yov)
Sumber: Kaltimpost
| Kiat Widi Merawat PayudaraSabtu, 22 Januari 2011 07:35
BANYAK ibu hamil mengabaikan perawatan payudara setelah menyusui. Beranggapan sudah tak perlu perawatan, maka payudara dibiarkan begitu saja. Padahal payudara merupakan organ penting untuk ibu dan bayinya, jika tidak dirawat maka penyakit akan datang dan payudara bisa jadi tidak berfungsi dengan baik.
Menurut Widi, payudara sehabis menyusui terkesan kendur dan mengecil. Jika tidak dinaikkan dan dikencangkan lagi maka bukan hanya berdampak pada keindahannya tapi juga pada kesehatannya. “Boleh jadi lantaran malas atau sesungguhnya belum mengetahui akan manfaatnya. Malah dengan perawatan yang benar, hasilnya bukan cuma produksi yang cukup, tapi juga bentuk payudara akan tetap baik selama menyusui," jelasnya.
Saat kehamilan payudara akan membesar dan daerah sekitar puting akan lebih gelap warnanya dan juga lebih sensitif. Perubahan bentuk tersebut akan terbawa sampai payudara sudah tidak ber-ASI lagi. Karena itu perawatan harus terus dilakukan dan tidak perlu kerepotan untuk mengerjakannya.
Berikut cara perawatan payudara pascamenyusui seperti pengalaman Widisari.
Jaga pola makanan
Sayur dan buah-buahan sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan payudara. Selain itu wajib juga banyak mengonsumsi air putih dan makanan kaya akan serat.
Pemijatan
Hal ini bisa dilakukan bersamaan saat mandi. Siapkan baskom air hangat dan air dingin, baby oil, wash lap atau handuk, serta kapas. Bersihkan payudara sebelumnya, lalu pijat memakai baby oil. Pemijatan dilakukan di sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam dan kemudian berlawanan arah jarum jam. Setelah itu lakukan pemijatan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu dipijat karena tak berkelenjar tapi hanya merupakan saluran air susu belaka.
Ketuk-ketuklah payudara dengan ujung jari atau ujung ruas jari agar sirkulasi darah bekerja lebih baik. Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan baby oil yang berguna melenturkan dan melembabkan puting agar saat menyusui kelak puting sudah tak gampang lecet.
Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah. Setelah itu keringkan pakai handuk.
Memakai bra yang tepat
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat ukuran payudara berubah, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benar-benar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara. Jika terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan kalau terlalu longgar akan tampak jatuh dan sakit dipakainya.
“Perawatan ini merupakan perawatan sendiri namun sangat berguna untuk proses pengembalian kekencangan payudara pascamenyusui, selain melakukan perawatan tersebut, kita juga bisa melakukan perawatan di salon atau klinik kecantikan,” jelas Widisari. (*/yov)
Sumber: KaltimPost
|
|